BEM FEMA


Hari ini, tepatnya Kamis, 11 Desember 2008, di kampus ada orasi calon kuat (habisnya cuman satu) ketua BEM FEMA kedua atau buat kepengurusan ke depan. Diriku jadi inget setahun yang lalu waktu mau daftar jadi pengurus BEM FEMA, waktu itu diminta buat esai, krn agak malas, buatnya ngasal dikit, bahkan comot sana comot sini. Ada yang mau baca???

ne tulisannya, judulnya ”
<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } —FEMA : KAMU BISA !!!”.

Jangan dicontek ya, kurang mutu soalnya..hehehe

FEMA : KAMU BISA !!!

Oleh : Hidayat Syarifuddin (I24052734)

Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi (HELTS 2003-2010) memuat tiga kebijakan dasar, yaitu: (1) Daya saing bangsa; (2) Organisasi yang sehat; dan (3) Otonomi. Terkait dengan hal tersebut, maka Institut Pertanian Bogor (IPB) yang saat ini berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN), sedang menata diri untuk senantiasa berorientasi pada mutu baik dalam bidang akademik, kerjasama, maupun pelayanan kepada masyarakat. Untuk mewujudkan visi dan misinya, IPB melakukan perubahan baik secara kelembagaan maupun dalam penyelenggaraan sistem pendidikan.

Keputusan Rektor IPB Nomor 112/K13/OT/2005 mengenai pembentukan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) di IPB, dan yang pertama di Indonesia, telah memberikan sentuhan dan inovasi pendidikan yang “luar biasa”. Kehadiran FEMA tidak terlepas dari perjalanan panjang IPB menuju status baru pendidikan tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Berdasarkan PP No. 154 tahun 2000 status ini memungkinkan IPB mengelola dan mengembangkan “asset” serta menyelenggarakan kegiatan pendidikan tinggi dengan kewenangan penuh mengatur diri sendiri.

Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki potensi untuk senantiasa mengembangkan pemikiran dan sikap kritis, dinamis dan idealis. Sebagai asset nasional perlu diberi peluang seluas-luasnya untuk mengaktualisasikan diri agar dapat berkembang menjadi manusia yang cerdas, berwawasan luas, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, beriman dan bertaqwa, serta mempunyai tanggung jawab keilmuan yang tinggi dalam pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.

Mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia sebagai bagian dari mahasiswa IPB diharapkan dapat terus mengembangkan pemikiran yang konstruktif dan kreatif baik dalam hal pengembangan ilmu, teknologi dan atau seni, maupun dalam pembangunan nasional secara menyeluruh. Oleh karena itu mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia diharapkan tidak hanya menekuni ilmu dalam bidangnya saja, tetapi juga beraktifitas untuk mengembangkan kepribadian agar menjadi pemimpin yang berkualitas di masa yang akan datang.

Saat ini mahasiswa telah diberi peluang untuk mengikuti kegiatan baik di dalam kampus maupun di lingkungan masyarakat luar kampus. Pembinaan kemahasiswaan telah sedemikian rupa dijalankan, sehingga mahasiswa memiliki media untuk mengembangkan bakat dan minat serta berprestasi dalam berbagai hal. Namun dalam kenyataan di lapangan, mahasiswa, khususnya mahasiswa FEMA belum banyak tertarik untuk melakukan aktivitas di luar akademik, sebagai bentuk pengembangan kapasitas diri. Ketiadaan kakak kelas menyebabkan tidak adanya role model menjadi salah satu factor munculnya hal ini, namun sebenarnya bukanlah alas an yang tepat, karena mahasiswa FEMA tidaklah berdiri sendiri. Di sekeliling mereka banyak mahasiswa dari fakultas lain yang lebih dulu terbentuk.

Bercermin dari satu tahun perjalanan mahasiswa FEMA, terlihat potensi yang sangat besar. Pembentukan kelembagaan yang terbilang lebih mandiri dari yang lain merupakan sebuah prestasi besar. Walaupun belum diresmikan kelembagaan di FEMA sudah mendapatkan bargaining position dan kepercayaan yang baik dari berbagai pihak. Selain itu kiprah dan prestasi mahasiswa FEMA di kegiatan kemahasiswaan juga menggembirakan. Beberapa kali mahasiswa FEMA unjuk gigi dalam kegiatan- kegiatan kemahasiswaan baik di tingkat fakultas, perguruan tinggi maupun nasional, seperti OMI Tradisional, LKTM, PPKM, LKMM, dan PIMNAS bahkan dalam waktu dekat 3 orang mahasiswa FEMA akan berangkat ke Malaysia untuk mengikuti student exchange program beasiswa unggulan aktivis.

Namun seperti yang telah disampaikan di atas, prestasi yang ada baru merupakan sebagian kecil dari penggalian potensi mahasiswa FEMA. Masih banyak potensi yang belum tergali. Oleh karena itu kehadiran BEM FEMA diharapkan dapat menjembatani permasalahan ini. BEM tidak hanya sekedar sebagai event organizer, namun juga dapat mewadahi mahasiswa dalam proses pengembangan dan aktualisasi diri.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: